Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering kali menjumpai kata-kata berpikir dan bernalar. Kedua kata tersebut memiliki makna yang sama yaitu akal budi. Meskipun demikian, kedua kata tersebut memiliki perbedaan prinsip yaitu, dalam bernalar selalu terkandung suatu proses berpikirn, sedangkan dalam berpikir belum tentu terkandung penalaran.
Berpikir merupakan suatu kegiatan mental yang melibatkan kerja otak, perasaan dan juga kehendak manusia. Berpikir merupakan proses saat seseorang menelaah suatu hal. Berpikir juga berarti suatu proses mencari jalan keluar dalam menghadapi suatu persoalan. Kegiatan berpikir biasanya dimulai ketika muncul suatu keraguan atau pertanyaan untuk dijawab.
Bernalar adalah suatu proses berpikir untuk memperoleh kesimpulan atau pengetahuan baik bersifat ilmiah ataupun tidak ilmiah. Bernalar akan membantu manusia untuk berpikir lurus, efisien, tepat dan teratur. Bernalar ditujukan untuk menghindari kesalahan dalam segala aktivitas manusia.
http://srinurjanahapriani.blogspot.com/2014/03/berpikir-dan-bernalar.html?m=1
Jumat, 28 Maret 2014
Jumat, 17 Januari 2014
apa yang mempengaruhi dan alasan anda dalam memutuskan untuk membeli suatu barang ?
Ketika hendak memutuskan untuk membeli suatu barang, banyak yang saya
jadikan bahan pertimbangan. Diantaranya adalah mencari referensi harga,
hal ini bisa dilakukan dengan mencari di internet atau bertanya kepada
teman, bisa juga melakukan survey terhadap beberapa produsen dan mencari
yang paling murah namun dengan kualitas yang sama. Mencari tahu
keaslian dan kualitas dari produk yang akan dibeli, dapat dilakukan
dengan bertanya atau melihat review dari customer lain. Menyesuaikan
harga produk dengan budged yang dimiliki.
sumber : http://dwipamularsih.blogspot.com/2014/01/apa-yang-mempengaruhi-dan-alasan-anda.html
bagaimana pendapat anda terhadap perilaku konsumen di jabodetabek khususnya kota depok ?
Wilayah
depok sangat strategis yang berdekatan dengan Ibu kota sebagai pusat
pemerintahan, Bekasi yang menjadi pusat perindustrian, dan kota kota
sekitar Depok lainnya yang turut serta memberi efek ekonomi yang besar
kepada kota Depok. Jika dilihat dewasa ini kota depok menjadi pusat
bisnis para investor, terdapat berbagai macam jenis produk dan jasa.
Dengan ini konsumen mempunyai banyak pilihan produk. Banyak hal yang
dapat mempengaruhi mereka dalam menentukan keputusan mereka dalam
mengkonsumsi atau membeli suatu produk, misalnya referensi dari teman
atau kerabat, kebutuhan mereka untuk memenuhi gaya hidup agar dapat
diterima suatu kelompok, dll
sumber : http://dwipamularsih.blogspot.com/2014/01/bagaimana-pendapat-anda-terhadap.html
Selasa, 17 Desember 2013
STRATEGI PEMASARAN DALAM USAHA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PT.COLUMBIA
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Pelaksanaan Strategi Pemasaran /
Marketing Mix
PT.Columbia adalah perusahaan yang
bergerak dalam bidang perdagangan elektronika dan furniture yang tersebar di
beberapa kota
di seluruh Indonesia.
Guna
mencapai tujuan tersebut perlu melaksanakan kegiatan pemasaran yang efektif dan
efisien. Melalui penerapan strategi dengan menggunakan marketing mix,penulis
mencoba membahas strategi pemasaran yang dilaksanakan oleh PT. Columbia melalui
strategi produk,harga,distribusi dan promosi
1 Strategi Produk
Produk
adalah suatu yang dihasilkan perusahan dengan tujuan untuk memenuhi kebutuhan
dan keinginan konsumen
Didalam
pemenuhan produk tersebut PT. Columbia memperhatikan factor-faktor yang dapat
mempengaruhi terjadinya pembelian, seperti :
a.
Merk
PT Columbia mendapatkan produknya dari
beberapa perusahaan terkenal untuk dapat dipasarkan di PT. Columbia seperti
dari produk-produk Jepang yang terkemuka seperti
Sanyo,Hitachi,Sharp,Toshiba,National,Mitsubishi dan Pioneer.Hal ini dimaksudkan
agar produk yang dijual memiliki ciri
khas tersendiri,sehingga konsumen dapat mengenal lebih jelas dan cepat terhadap
produk yang dijual PT. Columbia.
b. Mutu
Perusahaan dengan menggerakan segala kemampuan untuk mendatangkan
produk yang berkualitas baik,sehingga tidak
mengecewakan konsumen.
perbaikan kualitas ini berlaku disetiap
kegiatan perusahaan melengkapi segenap
karyawan disetiap departemen dengan
memberikan pendidikan,ketrampilan dan
pengawasan didalam melaksanakan kegiatan
melalui manajemen mutu terpadu.
c.
Kemasan
Perusahan
juga menggunakan kemasan produknya
dengan maksud kegunaan kemasan tersebut antara lain untuk melindungi
produk,menambah daya tarik.
d. Pelayanan
Pelayanan merupakan hal yang terpenting,tindakan
ini bertujuan untuk
memuaskan konsumen dengan memberikan
pelayanan yang baik.
2 Strategi Harga
Penetapan harga jual suatu produk juga
berpengaruh terhadap perencanaan program pemasaran perusahaan,oleh karena itu
penetapan harga jual dapat mempengaruhi pada keberhasilan pelaksanaan strategi
pemasaran PT. Columbia yaitu menetapkan sewa beli atau kredit dengan angsuran
yang dapat terjangkau masyarakat banyak.
Strategi penetapan harga ini ditetapkan berkaitan dengan strategi posisi
perusahaan yang ingin menetapkan produknya sebagai produk yang bermutu tinggi
dalam pandangan Costumer.
Pasar yang menjadi sasaran umumnya
adalah seluruh konsumen baik dari golongan atas hingga golongan bawah yang lebih memperhatikan mutu
produk dari pada harga sehingga perbedaan harga yang tidak terlalu tinggi maka
akan tetap menjadi pilihan mereka.
PT. Columbia dalam menetapkan harga
jual bertujuan untuk dapat bersaing tampa
mengesampingkan mutu.Selain itu perusahaan juga mempunyai tujuan antara lain
mendapatkan keuntungan yang bersih dan memperoleh tingkat pengembalian model
yang sebanding dengan perushan terbaik dilingkungan perusahaan yang sejenis.
3 Starategi Saluran Distribusi
Keberadaan showroom dalam saluran
distribusi cukup memegang peranan penting.Saluran distribusi membantu konsumen
untuk mendapatkan produk yang dijual perusahaan.
PT. Columbia dalam hal ini menentukan
distribusi menggunakan alternative saluran distribusi selektif. Untuk
mendirikan showroom pada umumnya perusahan menjual lebih dari satu macam produk
dari bermacam-macam perusahaan.
PT. Columbia dalam memasarkan produknya
dengan menggunakan system saluran distribusi sebagai berikut :
- Showroom
Outlet
showroom lebih bersifat permanen atau memiliki periode sewa yang lebih lama,
rata-rata di atas satu tahun.
- Pameran
Outlet
pameran sifatnya temporer sesuai dengan event atau moment yang sedang
diselenggarakan. Penyelenggaraan pameran juga dilakukan bekerjasama dengan
beberapa pengelola mall/plaza,organizer eksibisi,department store dan supermarket.
Dari pameran juga dapat ditingkatkan statusnya menjadi showroom.
- Mini Kios (Miki)
Agar
Columbia lebih
dekat lagi dengan konsumen maka penyelenggaraan miki sangat efektif dan
efisien, dimana sewa yang murah tetapi menghasilkan omset yang sangat besar.
Pembukaan miki umumnya di pusat keramaian/perbelanjaan tingkat kecamatan atau
wilayah pasar/pertokoan yang jauh dari penggarapan outlet Columbia yang lain.
4 Strategi Promosi
PT. Columbia didalam melaksanakan
promosi berusaha dengan sebaik-baiknya,hal demikian disadari perusahaan atas
penting promosi dalam rangka peningkatan volume penjualan.Adapun alat-alat
Promosi yang digunakan oleh PT. Columbia adalah:
a.
Advertising
Dalam hal ini sasran advertising yang
dilaksanakan adalah seluruh konsumen yang mementingkan mutu dan produk yang
dipasarkan adapun media yang digunakan adalah
• Katalog
• Poster
• Spanduk
• Umbul-umbul
• Billboards/Signboard
• Logo Columbia
Program iklan di media massa dijalankan secara
konsisten dan kontinyu. Hasil iklan dipantau dan dievaluasi agar diketahui
efektifitasnya.
b.
Sales Promotion
Adapun bentuk sales promotion yang
digunakan PT. Columbia adalah:
1. Promosi konsumen ( Consumen
Promotion )
Kegiatan promosi ini ditunjukan
kepada pihak konsumen dengan cara menerangkan secara rinci tentang mutu dan
kualitas produk yang dijual.
Adapun salah satu bentuk dari promosi konsumen ini adalah memberikan
tambahan produk pada pembelian jumlah tertentu, yaitu small gift yang bersifat
umum seperti kaos dan pulpen.
2. Promosi tenaga jual ( Sales Force Promotion )
Promosi ini ditujukan kepada tenaga penjual dengan cara memberikan bonus
sebesar 1,5 % yang mampu menjual produk tampa
batasan tertentu.
c.
Personal Selling
Yaitu Kegiatan mendekati konsumen
agar terjalin hubungan erat dengan
perusahaan,sehingga dapat
menealisir terjadinya pembelian produk PT.
Columbia
d.
Publisitas
Yaitu bagaimana suatu perusahaan dapat
dikenal dan diterima secara luas
tampa
adanya iklan secara langsung.
4.2
Kegiatan Volume Penjualan Perusahaan
Dengan diadakanya penjualan secara langsung yang dilakukan
oleh perusahaan, maka dengan sendirinya hal itu akan mempermudah serta
mempercepat perusahaan dalam menjual produk .
Berikut ini penulis akan menyajikan data hasil penjualan
pada tahun 2000 sesuai pada table 4.1 sebagai berikut :
Tabel
4.1
Hasil penjualan pada tahun 2000
|
Tahun
2000
|
Volume Penjualan
(dalam jutaan)
|
|
Januari – Juni
Juli – Desember
|
57.735.000,-
67.385.000,-
|
Sumber PT.Columbia
Setelah melihat deskriptif hasil penelitian
diatas maka dapat diketahui keberhasilan strategi pemasaran yang dilaksanakan
oleh PT.Columbia dalam upaya meningkatkan volume penjualan selama satu tahun
melalui 2 periode, januari-juni dan juli-desember dengan peningkatan penjualan
sebesar 9.650.000 dengan persentase meningkat sebesar 15 % dengan demikian
strategi yang diterapkan perusahaan dapat meningkatkan volume penjualan.
Tabel 4.2
Data Penjualan PT.Columbia
Periode I (januari-juni)2000 Periode II (juli-desember)2000
|
Product
|
Harga
|
Unit
|
Jumlah
|
Product
|
Harga
|
Unit
|
Jumlah
|
|
Komputer
AC
K. Gas
M Cuci
Sofa
T Tidur
SAktif
Dispencer
SMotor
|
5.400.000
3.500.000
450.000
3.725.000
2.150.000
1.835.000
400.000
1.200.000
11.450.000
|
1
0
1
3
1
1
2
3
1
|
5.400.000
0
450.000
11.175.000
2.150.000
1.835.000
800.000
3.600.000
11.450.000
|
Komputer
AC
K/Gas
M.Cuci
Sofa
T.Tidur
S.Aktif
Dispencer
S.Motor
|
5.400.000
3.500.000
450.000
3.725.000
2.150.000
1.835.000
400.000
1.200.000
11.450.000
|
1
4
2
1
0
1
3
0
2
|
5.400.000
14.000.000
900.000
3.725.000
0
1.835.000
1.200.000
0
22.900.000
|
|
Jumlah
|
|
27
|
57.735.000
|
|
|
28
|
67.385.000
|
Sumber PT.Columbia 2000
Dari hasil diatas terlihat bahwa produk TV,VCD serta AC yang
mengalami peningkatan pembelian oleh konsumen, karena ketiga produk tersebut
dapat meningkatkan volume penjualan (hal ini ditandai oleh peningkatan jumlah
pembelian oleh konsumen yang membutuhkan produk tersebut) dari total yang
dihasilkan yaitu periode pertama berjumlah 57.735.000,dan periode kedua
berjumlah 67.385.000, sehingga perusahaan mendapatkan kenaikan penjualan
sebesar 9.650.000 selama tahun 2000
4.3Analisis Lingkungan / SWOT
Analisis lingkungan adalah proses awal dalam manajemen
strategi yang bertujuan untuk memantau lingkungan perusahaan. Lingkungan
perusahaan disini mencakup semua factor baik yang dalam maupun diluar
perusahaan yang dapat mempengaruhi pencapaian tujuan yang diinginkan yaitu
meningkatkan volume penjualan. Hasil dari analisis lingkungan ini setidaknya akan memberikan
gambaran tentang keadaan perusahaan yang biasanya disederhanakan dengan
memotret SWOT (Strengths, Weaknesses,
Opportunities and Threats ) yang dimilikinya. Analisis eksternal akan
memberikan gambaran tentang peluang dan ancaman (OT) sedangkan analisis
lingkungan internal akan memberikan tentang keunggulan dan kelemahan (SW) dari
perusahaan.
Agar
lebih jelas maka dibawah ini akan dijabarkan elemen-elemen dari analisis SWOT
Elemen – elemen Analisis SWOT
Analisis Internal
|
Strengths (Kekuatan)
|
Weakness
(Kelemahan)
|
|
●
Sumberdaya keuangan yang memadai
● Kompetensi yang unik
●
Ketrampilan yang unggul
●
Citra yang baik
●
Keunggulan biaya
●
Kemampuan inovasi tinggi
|
● Tidak ada arah strategi
yang jelas
● Posisi persaingan yang kurang baik
●
Fasilitas yang ‘usang’
● Kesenjangan kemampuan manajerial
●
Lini produk yang sempit
|
Analisis Eksternal
|
Opportunities (Peluang)
|
Threats (Ancaman)
|
|
●
Segmen / pasar baru
● Penambahan produk baru
● Diversifikasi yang berkaitan
●
Integrasi Vertikal
● Cepatnya pertumbuhan pasar
|
● Pesaing baru
● Peningkatan penjualan
prosubstitusi
●
Pertumbuhan Pasar melemah
● Tingginya Bargaining power konsumen
● Perubahan selere konsumen
|
Seperti
telah disebutkan sebelumnya,. Salah satu tugas utama yang harus dipecahkan
dalam analisis lingkungan adalah mengidentifikasikan kekuatan, kelemahan,
kesempatan dan ancaman yang ada yang mungkin akan mempengaruhi pertumbuhan
perusahaan dalam mencapai tujuanya.
4.4 Kendala dan Hambatan yang dihadapi
Perusahaan Serta Pemecahanya
PT.Columbia
merupakan perusahaan yang bergerak dalam bidang perdagangan elektronik dan
furniture yang tersebar dibeberapa kota
diseluruh Indonesia.
Guna mencapai tujuan tersebut perlu melaksanakan kegiatan pemasaran yang
efektif dan efesien dengan tekanan atau hambatan yang selalu timbul :
1. Setiap perusahaan memiliki permasalahan tersendiri
terhadap marketing. Untuk cabang PT. Columbia permasalahan terdapat pada Man
Power ( Sales Force ) yang sangat sulit untuk direkrut.
2. Sebagai perusahaan yang bergerak dalam bidang
perdagangan elektronik dan furniture. PT.Columbia menghadapi masalah posisi
persaingan yang kurang baik,diantaranya perusahaan yang bergerak pada bidang
yang sama yaitu PT.Rekarindo dan lainya , serta fasilitas yang usang,
diantaranya seperti komputer,dan lain-lain.
3.
Perubahan selera konsumen terhadap barang yang
ditawarkan perusahaan ke konsumen.
Pemecahanya :
1. Perekrutan lebih
baik tidak langsung terjun kelapangan, tetapi diberi pelatihan 1 minggu. itu
untuk menurunkan turn over sales.
2.
guna untuk mengatasinya perusahaan melakukan kompetensi
yang unik serta keunggulan biaya seperti biaya kredit yang dapat dijangkau
masyarakat serta memberikan bonus. Sehingga perusahaan dapat melaksanakan
strategi pemasaran untuk meningkatkan volume penjualan
3. pemecahaanya
yaitu melalui promosi seperti catalog, spanduk dan label harga dengan
mendatangi konsumen door to door.
4. Melaksanakan manajemen dan pengawasan terhadap pesaing
baru dengan menggunakan ketrampilan yang unggul
STRATEGI PEMASARAN DALAM USAHA MENINGKATKAN VOLUME PENJUALAN PT.COLUMBIA
BAB III
GAMBARAN UMUM PERUSAHAAN
3.1. Sejarah Umum Perusahaan
1. Sejarah Berdirinya Perusahaan
PT.Colombia
secara resmi berdiri pada tanggal 28 februari 1982, didirikan oleh sebuah
keluarga yang sudah menekuni dunia bisnis sejak satu abad yang lalu, dan sudah
memiliki pengalaman panjang dalam bisnis elektronik. Sejak tahun 1950 keluarga
ini telah menjadi importer Produk Philips dengan nama “Rasie Electronic” di Medan dan “Palapa
Electronic” di Jakarta
sebagai distributor untuk seluruh Indonesia.
Sejak produk jepang memasuki pasar Indonesia pada
tahun 70-an keluarga pendiri ini segera meraih peluang untuk menjadi penyalur
produk-produk jepang yang terkemuka seperti Sanyo,Hitachi,Sharp,Toshiba,National,Mitsubishi dan
Pioneer. Para pendiri melihat bahwa di masa
depan permintaan masyarakat akan barang-barang electronic akan terus meningkat,
tetapi disisi lain daya beli masyarakat masih rendah. Kenyataan ini justru
dilihat sebagai potensi pasar terbesar yang harus segera digarap dan diolah.
Beranjak dari latar belakang pemikiran inilah akhirnya Palapa Electronic
merubah strategi pemasaranya dengan melancarkan penjualan dengan system Cash
& Credit untuk meraih pangsa pasar golongan menengah ke bawah dengan nama
PT.COLUMBIA DHARMA PERTIWI (kemudian berganti nama menjadi PT.COLUMBINDO
PERDANA).
2. Laju Pertumbuhan
Pada tahun pertama beropersasinya, Columbia melaksanakan
aktivitasnya dari sebuah gedung kecil diatas tanah seluas 75 m² yang beralamat
di Jl.Hayam Wuruk 111. Dari gedung bersejarah inilah para pendiri menyusun dan
merancang strategi-strategi pengembangan jangka pendek sampai jangka panjang.
Pada gebrakan tahun pertama ini tanggapan dari masyarakat begitu luar biasa.
Namun pada tahun pertama
kegiatan perusahaan membutuhkan pengorbanan
penuh,tidak saja dalam bentuk materi tetapi juga tenaga, pikiran dan waktu
untuk memberikan pelayanan yang memuaskan bagi konsumen.
Melimpahnya order permohonan kredit
mendorong perusahaan untuk lebih meningkatkan mutu kerja. Sedikit demi sedikit
manajemen, administrasi dan strategi perusahaan mulai dibenahi, terutama
dibidang pemasaran. Tenaga-tenaga operasional dididik dan dilatih baik
ketrampilan, pengetahuan maupun moral/mental.
Keahlian kerja ditingkatkan menuju
efektivitas dan efisiensi. Upaya ini tidak percuma terbukti dari adanya
peningkatan omzet dari waktu ke waktu. Tahun 1983 Columbia mulai turut berpartisipasi dalam
kegiatan Pekan Raya Jakarta (PRJ) dan tercatat sebagai pelopor perusahaan
kredit yang ikut dalam kegiatan pameran tersebut. Orderpun kian membengkak,
bahkan konsumen rela untuk antri dalam pengajuan kredit maupun untuk membayar
angsuran.
Menyadari bidang bisnis ini sebagai
lahan baru yang demikian cerah, maka bermunculan pula perusahaan sejenis
sebagai competitor Columbia.
Hal ini sepenuhnya disadari Columbia
untuk berjuang dan mempertahankan eksistensinya dengan pengembangan nilai-nilai
bisnis baik budaya korporat yang baik maupun system pelayanan yang memuaskan.
Selanjutnya Columbia melebarkan sayap pelayananya diluar kota Jakarta.
Pada bulan oktober 1983, diresmikan cabang pertama berlokasi di Jl. Nur Said, Bandung. Gebrakan pertama
ini ternyata membawa peningkatan. Peningkatan dan pengembangan terus dilakukan
hingga pada akhir tahun 1987, tercatat Columbia
telah memiliki dua cabang di DKI Jakarta
dan 8 (delapan) cabang diluar Jakarta.
Seperti layaknya orang tua, kantor pusat tak henti-hentinya memperhatikan dan
mengajari cara berjalan yang benar. Hal ini dimaksudkan agar jangan menyimpang
dari visi dan misi perusahaan. Meski seluruh cabang diberikan porsi yang sama,
tidak semua cabang tumbuh sama suburnya. Hingga saat ini Columbia sudah tersebar di 210 kota pada 22 propinsi di Indonesia.
Semakin tingginya persaingan pasar
mendorong perusahaan untuk kian mawas diri. Kesadaran bahwa kekuatan utama perusahaan
terletak pada ketangguhan SDM, maka usaha-usaha peningkatan mutu SDM secara
konsesten dilakukan secara serius. Melalui penanaman dan sosialisasi visi dan
misi dan nilai-nilai budaya serta
filosofi perusahaan yang dilakukan secara konsisten pertumbuhan Columbia semakin mantap.
Berbagai program-program pendidikan
dan pengembangan karier setiap karyawan secara terus menerus dilakukan.
Pertemuan bulanan misalnya, perusahaan mewajibkan kepada seluruh karyawan mulai dari Office boy sampai Direksi untuk
menghadiri program ini. Tidak hanya sebatas pertemuan bulanan, setiap bagian
diajurkan menyusun jadual pendidikan sendiri, khusus untuk unit departemenya
masing-masing yang dikoordinasi dengan divisi pelatihan, sehingga dengan
demikian seluruh karyawan dalam bagianya dapat menambah bekal pengetahuannya
sekaligus lebih menjiwai posisi jabatanya.
3. Management Perusahaan
Semakin tinggi persaingan pasar
mendorong perusahaan untuk kian mawas diri. Kesadaran untuk meningkatkan mutu
dan efisiensi kerja berkembang. Tahun-tahun pertama perusahaan terpaksa
mempraktekkan system management by authority di mana jalur keputusan sepenuhnya
diambil dan diawasi secara langsung oleh top management. Hal ini dikaitkan
dengan para karyawan yang tidak sepenuhnya berpengalaman.
4. Jenjang Karier
Kebijakan-kebijakan
Direksi di Bidang Personalia tidak memberikan batasan prioritas bagi karyawan
tertentu. Semua penilaian berdasarkan obyektivitas perusahaan tampa melihat apakah karyawan dekat dengan
Direksi ataupun karyawan lama. Sama sekali tak berlaku prinsip anak emas untuk
mencegah timbulnya suasana kerja yang tidak sehat. Kepercayaan yang diberikan
secara obyektif kepada karyawan diperkuat dengan adanya pengembangan sumber
daya manusia dalam bentuk program pendidikan dari perusahaan.
Program pendidikan ini berpengaruh
terhadap pengembangan karier setiap karyawan yang ingin meraih jenjang karier
yang lebih tinggi. Pertemuan bulanan misalnya, perusahaan mewajibkan kepada
seluruh karyawan mulai dari office boy sampai dengan Direksi untuk menghadiri
program ini . yang melaksanakan dari,oleh dan untuk karyawan. Tidak satu dua
kali pula didatangkan penceramah dari luar untuk membawakan materi yang jauh
lebih tinggi mutu dan luas lingkupnya. Kualitas karyawan yang terus ditempa dan
ditingkatkan menjadi pondasi bagi masa depan perusahaan.
Tidak sebatas hanya pertemuan
bulanan, tiap bagian dianjurkan menyusun jadual pendidikan sendiri,khusus untuk
unit departementnya masing-masing yang dikoordinasi dengan Divisi Pelatihan,
sehingga dengan demikian seluruh karyawan dalam bagianya dapat menambah bekal
pengetahuannya sekaligus lebih menjiwai posisi jabatanya.
5. Kegiatan Yang Menunjang
Untuk
menunjang pentingnya peranan membaca, Direksi tidak segan-segan memberikan
contoh membaca yang patut diacungi jempol. Meski kendala waktu merupakan
problem bagi seorang Direksi sibuk,namun Leo Chandra tak pernah lupa
menyisihkan waktu untuk membaca bahkan dilakoni hingga pukul 02.00 pagi. Tidak
hanya dirumah, dimobil pun tersedia lampu baca. Kiat demikian diharapkan dapat
memacu gairah membaca karyawan. Karena lewat bacaanlah kita dapat menggali
pengetahuan lebih. Fasilitas yang disediakan perusahaan berupa perpustakaan
lengkap berikut buku-bukunya. Factor kesejahtraan social bersama termasuk
kedalam kebijaksanaan yang dirumuskan setiap tahun oleh pimpinan berdasarkan
prestasi dan masa kerja.
6. Prospek Bisnis Kredit
Penelitian
para pengamat ekonomi melihat prospek yang kuat dalam kredit konsumen, meskipun
situasi perekonomian sedang krisis. Dapat dipastikan, bisnis perkreditan akan
merupakan lahan yang memberikan prospek semakin cerah di Indonesia di masa-masa
dating.
Beberapa perkembangan nampaknya
mendorong pula kearah itu. Hasil industri Indonesia jumlahnhya kian melimpah
menjelang perbaikan ekonomi Indonesia, walaupun masih dibayang-bayangi
ketidakpastian politik dan stabilitas keamanan, sementara jika kita menengok
daya beli masyarakat kian melemah. Dan salah satu jalan keluar terbaik
menyalurkannya dengan bentuk kredit. Sekarang hamper tiap hari masyarakat
diserbu penawaran barang-barang cicilan mulai alat kebutuhan rumah tangga,
kantor, computer sampai dengan mobil. Baik lewat iklan atau SF door to door.
3.2 Struktur Organisasi Perusahaan
Suatu organisasi yang baik adalah
organisasi yang mempunyai tujuan yang jelas dan dapat diterima oleh semua orang
yang berhubungan didalamnya. Sehubungan dengan itu PT.Columbia mempunyai
struktur organisasi perusahaan yang berfungsi sebagai struktur fungsional,
sebagaimana yang digambarkan pada gambar 3.1 berikut ini :
Sumber PT.COLUMBIA
Adapun uraian tugas, dan
wewenang yang dilakukan dari setiap bagian dalam PT.Columbia menurut struktur organisasi pada
gambar 3.1 sebagai berikut:
1. Kapos
-
Memantau marketing diwilayah
-
Membuat rencana kerja harian dan bulanan atas sumber
daya tenaga kerja
- Mempelajari
laporan-laporan dari berbagai kabag penjualan dan kabag HRD
2. Staf ADM Pos
- Staf ADM
memiliki tugas mencatat seluruh hal yang terjadi dalam kegiatan penjualan, baik
itu pemasukan barang, pengeluaran barang maupun persediaan komponen yang ada,
semua itu harus dicatat dibagian ini.
3. Kabag Penjualan
- Memantau
semua kegiatan semua marketing dari SPV SF sampai sales force
4. Kabag HRD
-
Memeriksa dan melaksanakan pemantauan terhadap
kedisiplinan kerja ( absensi dan kepatuhan terhadap system dan prosedur
perusahaan ), serta melaksanakan bentuk pendidikan dan training untuk
peningkatan kualitas karyawan
-
Mengevaluasi man power yang dibutuhkan
-
Memberi masukan untuk memberikan manpower yang terbaik
/ terburuk
5. Koord Survey
- Memeriksa,
melaksanakan dan mengkoordinir pelaksanaan performance appraisal dicabang
sesuai dengan program yang dibuat kantor
pusat.
6. Koord Wilayah
- Memeriksa
dan melaksanakan koordinasi pekerjaan-pekerjaan administrative kepegawaian
dikantor cabang
7. Sales Force
- Mengunjungi
pelanggan sebanyak-banyaknya, untuk mengumpulkan order sebanyak-banyaknya
pula,memperkenalkan produk baru,serta memberi nasehat ekonomis.
8. Koord Timsus
- Wewenangnya
adalah memutuskan langkah-langkah strategis untuk kelancaran pekerjaan
bawahanya.
3.3 Kegiatan Operasional Perusahaan
Inti
dari semua kegiatan operasional Columbia
dapat digolongkan ke dalam 3 bidang. Ketiga bidang tersebut saling berkaitan
erat sebagai satu mata rantai. Ketiganya harus diberdayakan secara maksimal.
Seluruh karyawan Columbia
di mana saja dia berada terikat didalam melaksanakan aktivitasnya masing masing
dan tidak terlepas dari ketiga bidang tadi.
Ketiga bidang tersebut akan
diuraikan secara singkat di dalam pendahuluan ini. Khususnya untuk bidang
marketing yang membahas tentang tugas-tugas sales force akan dibahas lebih
banyak.
1. Bidang Marketing
Kegiatan bidang
marketing dapat diurutkan sebagai berikut
a. Pengadaan atau pembelian
barang-barang yang akan dijual.
b.
Penetapan harga jual, baik cash(tunai) maupun kredit
(sewa beli)
c.
Pengiriman sampai ke kantor pos pemasaran
d.
Penetapan komisi tiap jenis barang
e.
Penetapan insentif atas prestasi penjualan
f.
Melakukan promosi dan menyiapkan perangkat pemasaran
g.
Membimbing kegiatan penjualan, baik ketrampilan menjual
maupun pembinaan tenaga penjual.
2. Collection / Penagihan
Collection
adalah istilah yang biasa dipakai dilingkungan perusahaan kita sebagai
pengganti dari istilah penagihan. Sedangkan petugas yang melakukan penagihan
kita sebut Kolektor. Kegiatan collection merupakan urat nadi system kredit atau
sewa beli yang menjadi bentuk usaha Columbia.
Oleh sebab itu agar kegiatancollection ini bias berjalan secara efektif dan
efisien, maka kegiatan mereka harus didukung oleh seluruh karyawan yang ada,
termasuk didalamnya Sales Force melalui pemilihan konsumen yang layak, yaitu
berminat, mampu membayar dan memiliki iktikad baik untuk membayar.
3.
Pengadministrasian
Hasil penjualan
dan hasil collection harus diadministrasikan dengan sebaik-baiknya sesuai dengan
system dan prosedur yang ada. Keberhasilan suatu penjualan atau suatu
collection akan kacau jika tidak diadministrasikan dengan baik. Untuk itu
kegiatan administrasi tersebut merupakan salah satu bagian yang tidak boleh
diabaikan. Untuk mengelola administrasi dengan baik, maka setiap karyawan harus
memberikan data yang benar kepada semua jenis kegiatan administrasi yang
berhubungan denganya.
Dengan demikian
penjualan yang banyak dan hasil collection yang tinggi akan hilang artinya jika
tidak diadministrasikan dengan baik, sebaliknya administrasi yang baik tidak
akan ada artinya jika tidak ada penjualan dan penagihan.
Kegiatan
administrasi ini selanjutnya dapat dijabarkan sebagai berikut.
a.
Kegiatan yang bersifat teknis Operasional
-. Administrasi Keuangan
-. Administrasi Accounting
-. Administrasi Personalia & Umum
b.
Kegiatan yang bersifat teknis Pendukung
-. Human
Resources Development (HRD)
-.
Information and Tecnologi (IT)
-. System
Operasional
-. Audit
Langganan:
Postingan (Atom)